Jakarta – I Wayan Agus Suartama alias Agus ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual. Saat ini, Agus telah direkonstruksi di sejumlah tempat berbeda, seperti Taman Dryana, Nang Homestay di jalan sekitar Islamic Center, Rabu (12/12/2024).
Dalam agenda tersebut, ada sekitar 49 adegan yang diperagakan Agus. Dibagi menjadi dua versi (korban dan tersangka), semuanya akan lengkap berkasnya.
Sebelumnya, polisi juga memberikan laporan tentang disabilitas tersebut kepada AGU saat mulai merayu perempuan agar bisa dibuntuti. Ada beberapa ungkapan atau kata yang menunjukkan adanya manipulasi emosi dalam permainan game.
AGUS menggunakan metode manipulasi yang dinonaktifkan untuk memantau Perempuan1. Penggunaan kata menyalahkan yang tidak tepat dengan istilah “rasa bersalah”, tindakan ini merupakan taktik untuk membuat seseorang merasa bersalah atas keputusan atau tindakan yang dilakukannya. Biasanya penjahat melakukan hal ini sebagai senjata untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari orang lain.
Merujuk pada laman “Hard ground”, ada banyak tindakan dari menyalahkan kesalahan orang. Diantaranya, mereka dimanipulasi oleh korban untuk melakukan hal-hal yang biasanya tidak dapat mereka lakukan.
Dalam kasus AGUS, suara di atas menunjukkan pelaku merayu dan mengungkit masa lalu korban. Seolah mengetahui masa lalu korban dengan pacarnya, Agus membuatnya merasa bersalah lalu dieksploitasi.
“Kamu pikir akulah modusnya, seperti orang lain, bukan? Karena para pria juga hanya memanfaatkanmu. Modusnya seperti itu, buktinya menghancurkanmu,” kata Agus dalam video tersebut.
2. menjadi perhatian berlebihan (H2)
Perhatian yang berlebihan seringkali digunakan oleh para manipulator terhadap korbannya. Salah satu tujuannya adalah untuk mendapatkan pengaruh dan kontrol emosional terhadap korban.
Misalnya ketika seseorang sedang dalam masalah, penjahatnya akan menarik perhatian atau sekedar penilaian busuk yang menenangkan. Mereka sebenarnya tidak peduli dengan masalah korbannya dan hanya ingin memanfaatkan saja.
Masih dalam postingan tersebut, Agus berusaha menenangkan korban yang ditemuinya. Aguus sepertinya adalah orang yang paling tahu tentang korban dengan kalimat-kalimat palsunya.
“Aku tahu kamu punya banyak masalah, sudah kubilang kamu harus kuat. Saya bertanya kepada Anda, Anda harus berhasil. Pertemuan ini diberitakan, bukan sekedar kebetulan. Aku tidak ingin kamu menderita lagi. Apakah kamu mencintai orang tuamu? kata Agus.
3. kebohongan
Tempat tidur mungkin merupakan salah satu taktik manipulasi klasik. Biasanya mereka melakukan ini untuk menghindari tanggung jawab, mengendalikan situasi untuk mendapatkan keuntungan tertentu.
Kepada para korbannya, Agus selalu membohongi mereka dengan kalimat-kalimat yang menyejukkan hati. Padahal, semua itu dilakukan hanya untuk menggali informasi lebih dalam tentang korban, dan kemudian menggunakannya sebagai ancaman, jika diperlukan.
Kemudian Agus menawarkan penyelidikan sebagai alasan untuk lebih dekat dengan korban. Salah satu pengalamannya adalah ritual wajib mandi yang konon bisa membersihkan diri dari dosa atau keburukan hubungan seksual di masa lalu.
Dirreskmum Polda NTB Komses Pol Syarif Hidyatat mengatakan, Agus dengan cara mengkaji usulan penyidikan bisa membersihkan korban yang melakukan hubungan seksual dengan pacarnya. Awalnya korban menolak, namun ancaman pelaku untuk mengungkap rasa malu korban memaksanya menyerah.
Itulah beberapa trik manipulasi disabilitas AGU yang perlu diketahui oleh perempuan.