Surabaya – Pendiri dan CEO perusahaan Baba Rafi (Kebab Turki Baba Rafi) Hendy Setiono menyambut inisiatif urusan luar negeri (Kementerian Luar Negeri), yang diluncurkan oleh komite gastrodiplomasi. Fase ini adalah langkah strategis untuk memperkuat diploma memasak Indonesia di wilayah internasional.
“Kartu gastrointestinal ini adalah casting yang sangat positif. Ini sejalan dengan upaya kami untuk memperkenalkan masakan pulau itu sebagai bagian dari diplomatik lunak, “kata Hendy, Kamis (2/1/2025).
Sebagai juru masak dalam industri yang telah mengalami selera Indonesia di pasar dunia, Hendy menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pemain bisnis. “Panel ini diharapkan dapat mengoordinasikan informasi dan metode gastrodiplomasi lebih baik. Sehingga pengenalan memasak ke Indonesia lebih efisien di luar negeri,” katanya.
Hendy juga melihat peluang besar memasak MSM untuk memanfaatkan platform ini. “Memasak MSM memainkan peran penting dalam mempromosikan budaya Indonesia dengan makanan. Dengan dasbor ini, mereka dapat mengakses informasi dan peluang untuk memperluas pasar internasional, ”jelasnya.
Sebelumnya, Hendy juga menekankan pentingnya kewirausahaan silang -besar dengan memasak Indonesia yang biasa, terutama untuk sektor MSME. “Memasak bisa menjadi titik pengantar untuk mempromosikan budaya Indonesia dan meningkatkan minat publik,” katanya dalam pidato ilmiah berjudul “Gastrodiplomacy untuk pekerjaan memasak umkm” di University of Kadiri Islam (Uniska).
Sebagai informasi, Kementerian Luar Negeri meluncurkan kartu pencernaan sebagai bagian dari program “Indonesia membumbui dunia”. Panel ini bertujuan untuk memperkuat pusat informasi Indonesia dan rencana global dan mendukung peran memasak sebagai bagian dari bisnis budaya Indonesia.
“Saya berharap memasak dalam bahasa Indonesia bisa lebih baik -lebih dikenal dan lebih banyak di seluruh dunia dan akan memiliki dampak positif pada ekonomi nasional dengan meningkatkan ekspor makanan dan minum,” katanya.